Senin, 27 Februari 2012

the second story..


Allow…
I’m coming back again. This is the second time I write in this entri. Still confuse, I don’t know what will I tell to you now. I don’t have interesting topic that can make you cleverer than before. But, I will share my activity for this week. This week is very busy week for me. That’s true!b

Hari-hari yang menegangkan aku rasakan selama seminggu ini. tanggung jawab yang haruis aku laksanakan nggak kerasa ternyaya cukup besar. Aku nggak nyangka bakal dihadapin dengan tanggung jawab yang menurut aku lumayan besar. Sekedar flashback, aku tu dari dulu nggak pernah aktif di kegiatan organisasi. Sejak di SMP, aku nggak pernah mau menyentuh dengan yang namanya organisasi sekolah. Bahkan setelah aku duduk dibangku SMA pun, aku juga nggak pernah mau berdekatan dengan organisasi sekolah. Aku ngerasa nggak punya bakat di bidang organisasi. Tapi, aku suka banget aktif di perlombaan sekolah.

Hal ini berbeda ketika aku masuk ke perguruan tinggi. Di jurusan yang aku pilih sekarang ini setiap mahasiswa diwajibkan untuk aktif berorganisasi. Sempat aku mikir kalau hal ini nggak akan mungkin terjadi. Aku pasti bisa nikmatin perkuliahan tanpa adanya organisasi. Namun dugaan aku ternyata salah besar. Di kampus ini punya kegiatan yang setiap tahunnya wajib untuk dilaksanakan. Setiap letting punya kewajiban untuk menbuat acara-acara yang berbeda di setiap tahunnya. Acara ini harus dilaksanakan karena udah menjadi tradisi kampus.Akhirnya aku mulailah ikot menjadi panitia setiap acara. Aku berusaha untuk membantu walaupun tugas yang menjadi tanggung jawab aku selama ini tidak begitu berat.
           
            Di tahun ketiga masa studi perkuliahan, kami harus membuat satu acara lagi yang menurut aku bakal menyita waktu dan tenaga. Acara ini merupakan acara terakhir untuk letting  sekaligus menjadi bukti kami bisa kompak untuk menbuat acara ini sukses. Karena acara ini butuh dana yang tidak sedikit, maka planning dari acara ini dilakukan secepat mungkin. Mulai dari mncari dana dan sponsor agar acara ini dapat berjalan tanpa adanya hambatan. Aku sendiri tidak turut andil dalam kegiatan awal ini. Aku masin ngerasa nggak akan mampu ngelakuinnya. Tapi, karena aku melihat teman-temanku berjuang tanpa kenal lelah. Aku merasa malu dengan diri aku sendiri. Kenpa aku terlalu egois?kenapa aku hanya mikirin diri aku sendiri? Dimana rasa kesetiakawanan aku?apa aku nggak merasa malu ngeliat teman-teman aku bekerja tanpa kenal lelah.

            Aku pun bertekad untuk membantu acara ini. setiap ada rapat aku usahakan untuk hadir. Aku pun mulai mengerti kinerja dan permasalahan yang terjadi pada acara ini. Aku pun bersedia diberikan tanggung jawab pada acara ini. Walaupun aku ngerasa tugas aku ini nggak bakal berat, setidaknya aku bisa meringankan pekerjaan mereka. Namun dugaan aku salah besar, semakin hari aku merasa tugas aku ini nggak gampang. Aku harus serius dan punya komitmen apapun keputusan yang telah disepakati bersama. Semakin dekat dengan hari H, maka semakin besar pula kesibukan yang aku lakukan. Ditambah lagi aku ditunjuk untuk mengatur undangan dan sebagai pembuka acara.

Seminggu ini aku ngerasain capek dan sibuk banget. Selama seminggu ini aku seharian terus di kampus. Aku bekerja di ruangan kecil di kampusku. Ruangan yang cukup nyaman buatku. Aku bekerja tidak sendirian, selalu ada teman yang mau ngebantuin aku. Bahkan, kekasihku selalu setia temenin aku. Dia nggak pernah tinggalin aku sendirian untuk menyelesaikan tanggung jawab aku ini. Dia selalu ngebantuin aku menyiapkan segalanya.

Acara di kampus aku nggak kerasa semakin dekat aja. Waktu tu emang cepat banget ya berputar. Nggak kerasa acaranya udah besok aja. Aku punya tanggung jawab yang cukup besar di acara ini. aku juga turut andil untuk menyukseskan acara ini. sukses atau tidaknya acara ini juga tergantung peran dari aku. Memang sih, aku bukan ketua panitia dari acara ini. Aku bukan panitia utama dari acara di daerah ini, tapi aku berperan sebagai koordinator penjurian. Peran yang sangat signifikan pada acara ini.

Aku takut ngelakuin kesalahan dan kesilapan. Aku telah berusaha semampu aku untuk menyelesaikan tugasku dengan teliti. Aku berusaha untuk mengerjakan segalanya dengan detail, tapi aku tetap ngerasain yang namanya ketakutan. Aku rasa wajar sih, kita kan nggak pernah tahu apa yang akan terjadi besok. Aku nggak bakal tahu besok akan terjadi hal yang dapat buat diriku aku malu. Aku nggak mau ngerasain itu. Aku takut dianggap gagal menjalankan tugas yang diberikan untuk aku. Aku janji bakal menjalankan semuanya semaksimal mungkin. Hamba bertawakkal kepada-Mu Ya Rabb. Hanya kepada-Mu lah hamba meminta pertolongan. Sukseskan acara yang telah menjadi tanggung jawab kepada hamba. Lancarkanlah segalanya Ya Allah. Hindarkanlah dari kejadian-kejadian yang kurang menyenangkan Ya Rabb.
Amiiiiiin………


Tidak ada komentar:

Posting Komentar