Allow…
I’m coming back again. This is the second time I
write in this entri. Still confuse, I don’t know what will I tell to you now. I
don’t have interesting topic that can make you cleverer than before. But, I
will share my activity for this week. This week is very busy week for me.
That’s true!b
Hari-hari yang menegangkan aku rasakan
selama seminggu ini. tanggung jawab yang haruis aku laksanakan nggak kerasa
ternyaya cukup besar. Aku nggak nyangka bakal dihadapin dengan tanggung jawab
yang menurut aku lumayan besar. Sekedar flashback, aku tu dari dulu nggak
pernah aktif di kegiatan organisasi. Sejak di SMP, aku nggak pernah mau
menyentuh dengan yang namanya organisasi sekolah. Bahkan setelah aku duduk
dibangku SMA pun, aku juga nggak pernah mau berdekatan dengan organisasi
sekolah. Aku ngerasa nggak punya bakat di bidang organisasi. Tapi, aku suka
banget aktif di perlombaan sekolah.
Hal ini berbeda ketika aku masuk ke
perguruan tinggi. Di jurusan yang aku pilih sekarang ini setiap mahasiswa
diwajibkan untuk aktif berorganisasi. Sempat aku mikir kalau hal ini nggak akan
mungkin terjadi. Aku pasti bisa nikmatin perkuliahan tanpa adanya organisasi.
Namun dugaan aku ternyata salah besar. Di kampus ini punya kegiatan yang setiap
tahunnya wajib untuk dilaksanakan. Setiap letting punya kewajiban untuk menbuat
acara-acara yang berbeda di setiap tahunnya. Acara ini harus dilaksanakan
karena udah menjadi tradisi kampus.Akhirnya aku mulailah ikot menjadi panitia
setiap acara. Aku berusaha untuk membantu walaupun tugas yang menjadi tanggung
jawab aku selama ini tidak begitu berat.
Di
tahun ketiga masa studi perkuliahan, kami harus membuat satu acara lagi yang
menurut aku bakal menyita waktu dan tenaga. Acara ini merupakan acara terakhir
untuk letting sekaligus menjadi bukti
kami bisa kompak untuk menbuat acara ini sukses. Karena acara ini butuh dana
yang tidak sedikit, maka planning dari acara ini dilakukan secepat mungkin.
Mulai dari mncari dana dan sponsor agar acara ini dapat berjalan tanpa adanya
hambatan. Aku sendiri tidak turut andil dalam kegiatan awal ini. Aku masin
ngerasa nggak akan mampu ngelakuinnya. Tapi, karena aku melihat teman-temanku
berjuang tanpa kenal lelah. Aku merasa malu dengan diri aku sendiri. Kenpa aku
terlalu egois?kenapa aku hanya mikirin diri aku sendiri? Dimana rasa
kesetiakawanan aku?apa aku nggak merasa malu ngeliat teman-teman aku bekerja
tanpa kenal lelah.
Aku
pun bertekad untuk membantu acara ini. setiap ada rapat aku usahakan untuk
hadir. Aku pun mulai mengerti kinerja dan permasalahan yang terjadi pada acara
ini. Aku pun bersedia diberikan tanggung jawab pada acara ini. Walaupun aku
ngerasa tugas aku ini nggak bakal berat, setidaknya aku bisa meringankan
pekerjaan mereka. Namun dugaan aku salah besar, semakin hari aku merasa tugas
aku ini nggak gampang. Aku harus serius dan punya komitmen apapun keputusan
yang telah disepakati bersama. Semakin dekat dengan hari H, maka semakin besar
pula kesibukan yang aku lakukan. Ditambah lagi aku ditunjuk untuk mengatur
undangan dan sebagai pembuka acara.
Seminggu ini aku ngerasain capek dan
sibuk banget. Selama seminggu ini aku seharian terus di kampus. Aku bekerja di
ruangan kecil di kampusku. Ruangan yang cukup nyaman buatku. Aku bekerja tidak
sendirian, selalu ada teman yang mau ngebantuin aku. Bahkan, kekasihku selalu
setia temenin aku. Dia nggak pernah tinggalin aku sendirian untuk menyelesaikan
tanggung jawab aku ini. Dia selalu ngebantuin aku menyiapkan segalanya.
Acara di kampus aku nggak kerasa
semakin dekat aja. Waktu tu emang cepat banget ya berputar. Nggak kerasa
acaranya udah besok aja. Aku punya tanggung jawab yang cukup besar di acara
ini. aku juga turut andil untuk menyukseskan acara ini. sukses atau tidaknya
acara ini juga tergantung peran dari aku. Memang sih, aku bukan ketua panitia
dari acara ini. Aku bukan panitia utama dari acara di daerah ini, tapi aku
berperan sebagai koordinator penjurian. Peran yang sangat signifikan pada acara
ini.
Aku takut ngelakuin kesalahan dan
kesilapan. Aku telah berusaha semampu aku untuk menyelesaikan tugasku dengan
teliti. Aku berusaha untuk mengerjakan segalanya dengan detail, tapi aku tetap
ngerasain yang namanya ketakutan. Aku rasa wajar sih, kita kan nggak pernah
tahu apa yang akan terjadi besok. Aku nggak bakal tahu besok akan terjadi hal
yang dapat buat diriku aku malu. Aku nggak mau ngerasain itu. Aku takut
dianggap gagal menjalankan tugas yang diberikan untuk aku. Aku janji bakal
menjalankan semuanya semaksimal mungkin. Hamba bertawakkal kepada-Mu Ya Rabb.
Hanya kepada-Mu lah hamba meminta pertolongan. Sukseskan acara yang telah
menjadi tanggung jawab kepada hamba. Lancarkanlah segalanya Ya Allah. Hindarkanlah
dari kejadian-kejadian yang kurang menyenangkan Ya Rabb.
Amiiiiiin………