Iboih merupakan salah satu daerah tujuan wisata
Kota Sabang . Dalam Master Plan Kawasan Sabang 2007 – 2021, telah ditetapkan
daerah wisata yang akan dijadikan prioritas dalam pengembangan Kawasan
Pariwisata Sabang dalam jangka waktu 5 tahun yang akan datang adalah daerah
wisata bahari di Iboih dan Gapang. Potensi pariwisata ini merupakan peluang
untuk menarik kunjungan wisatawan dunia dengan semua fasilitas berskala
internasional. Sejalan dengan pembenahan dan pengembangan
kawasan wisata tersebut, kendala yang dihadapi salah satunya adalah kebutuhan
prasarana air bersih. Selain itu, lokasi air tanah yang terlalu dekat dengan pesisir pantai
dikhawatirkan terjadinya intrusi air laut. Secara kuantitas air tanah yang ada tidak
dapat mencukupi semua kebutuhan tersebut apalagi ditinjau dari kualitas air
tersebut tidak layak untuk dikonsumsi karena payau. Intrusi
air laut adalah masuk atau menyusupnya air laut kedalam pori-pori batuan dan
mencemari air tanah yang terkandung didalamnya. Intrusi
ini dapat disebabkan oleh pengambilan air tanah
yang berlebihan sehingga pori batuan yang semula diisi oleh air tawar dapat
terganti oleh masuknya air laut yang menyebabkan air tanah
berubah menjadi air payau atau bahkan air asin. Berdasarkan penelitian yang
telah dilakukan, ditemukan 2 sumur yang terintrusi dengan kadar garam yang
cukup tinggi. Sesuai dengan Master Plan Kawasan Sabang 2007-2021, pengembangan
pembangunan resort atau tempat peristirahatan akan dilaksankan di Desa Iboih.
Seiring dengan meningkatnya pembangunan di daerah tersebut maka kebutuhan air
bersih akan terus meningkat. Sehingga, diperkirakan dalam kurun waktu tujuh
tahun 90 % sumur warga akan terintrusi. Solusi jangka pendek untuk mengatasi
hal tersebut adalah dengan membatasi pengambilan air tanah perharinya,
sedangkan untuk jangka panjang dibutuhkan peran pemerintah serta instansi
terkait dalam membangun jaringan pemipaan air bersih pada kawasan tersebut.